Bahagia itu Sederhana ...

Bayangkan, anak Anda menuruti semua nasihat Anda. Pasti membahagiakan dan menjadi dambaan Anda, bukan? Buku ini mengajak Anda berdialog Islami ilmiah ringan bersama anak hingga anak menuruti nasihat Anda, tanpa merasa dinasihati.

pendidikan agama islam dan budi pekerti

Awalnya saya tulis buku ini untuk anak saya, Khansa. Tapi banyak teman yang meminta kisah kelanjutannya ...

Ya, buku ini sebenarnya bukan untuk siapa-siapa. Hanya untuk Khansa anak kami ke 4, kelahiran Kota Malang tahun 2012. Maksud hati ingin meminta review dan pendapat beberapa teman terhadap Chapter 1 | TETAPLAH BODOH, yang sudah saya tulis.

 

 

Tapi apa daya, justru ini berbalik ke saya sebagai “tugas baru” :-). Teman-teman saya justru meminta tambahan Chapter: 

 

“Bekti, ini keren! Kamu menulis nasihat ini untuk siapa? Anakku juga mau nasihat seperti ini. Tulis lagi dong nasihat-nasihat yang lain. Sumpah keren!” (Anton, Pialang Swasta – di Surabaya)

 

 

Teman lain mengatakan: 

 

Ayat-Ayat Khansa ini mah kereeeen pisaaan Pak Bekti! Saya bacanya nggak kerasa jadi ikut mikir dan jadi pinter! Belajar teknik berhitung dan IPA tanpa berkerut. Buku ini pasti disukai anak-anak dan emak-emak buat referensi ngajarin anaknya Pak! Nice pak!” (Mabruroh Qosim, Mom Preneur – di Kota Malang)

 

 

Lho? Kok larinya ke pelajaran Matematika dan IPA? Buku AYAT – AYAT KHANSA ini sebenarnya buku Islamic Parenting, parenting yang Islami. Bukan buku Matematika atau IPA. Tapi memang di dalam buku ini banyak bertebaran Matematika, sekaligus Ayat Al Qur’an yang melandasai setiap dialog Islami ilmiah ringan yang saya berikan kepada Khansa. !

 

Tak bisa saya pungkiri memang, Khansa baru bisa memahami suatu masalah jika saya gabungkan antara Ayat Al Qur’an, Matematika atau IPA, dan pendidikan akhlak yang tersamar dalam dialog Islami. Sehingga Khansa dan banyak temen dan kakak kelas Khansa lainnya yang tidak merasa dinasihati. Tapi mereka merasa diajak diskusi layaknya Ilmuwan Islam

 

Mungkin karena itu temen-temen saya yang pernah membaca naskah Chapter 1 | TETAPLAH BODOH menjadi “ketagihan” hingga meminta Chapter 2, 3, 4 dan seterusnya. Ya sudah, akhirnya saya coba susun berbagai dialog Islami yang pernah saya lakukan ke Khansa untuk memenuhi harapan temen-temen hingga Chapter 9.

 

Ada 180 Chapter dialog Islami ilmiah yang saya tulis untuk anak sesuai arahan Tere Liye sang Penulis novel-novel Best Seller sangat terkenal di Indonesia. Tapi untuk tahap awal buku ini saya hanya sampaikan hingga Chapter 9 saja agar tak terlalu tebal.

 

Sembilan Chapter saja sudah menghasilkan 270 halaman. Banyak, bukan? Tapi 270 halaman itu bakal habis dibaca hanya dalam 2 hari !

 

Jadi jika nanti temen-temen serta bapak/ibu menghendaki Chapter berikutnya, saya harus menyiapkan buku AYAT – AYAT KHANSA Ke-2 agar dapat menampung beberapa Chapter tambahan dari  Chapter 10 – Chapter 20. Semoga terlaksana.

 

Knowledge Sharing Matematika buku ini mengalir seperti air. Menghanyutkan anak Anda!

Uupss, jangan salah sangka ya. Yang bilang seperti itu bukan saya. Tapi seorang sahabat saya, Dr. Ir. Endang Setyati, M.T. seorang dosen senior di Institut Sains dan Teknologi Terpadu, Surabaya. Lulusan S2 dan S3 Teknologi Informasi di ITS – Surabaya, dan meraih S1-nya di bidang Matematika ITB – Bandung.  Beliau mengatakan:

 

“Buku ini mantul banget. Good job, pak Bekti. Judul dan isi buku sangat relevan. Ayat-Ayat Khansa – Menasihati Anak Tanpa Bernasihat yang ditulis, seperti air mengalir tanpa hambatan. Knowledge Sharing Matematika-nya jadi tepat sasaran. Bagus banget buat siapapun yang membacanya. Inspiratif”.

 

(Dr. Ir. Endang Setyati, M.T.Dosen IT – Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya)

 

Awalnya saya menduga, bu Endang Setyati ini pasti menyoroti banyaknya Matematika yang bertebaran dalam buku ini, karena beliau memang sarjana Matematika ITB. Tapi saya terkejut mendengar jawaban beliau saat saya bertanya mengapa memberikan pendapat seperti itu pada buku AYAT – AYAT KHANSA. Apakah karena berlatar belakang Matematika?

 

Ternyata saya salah besar. Beliau menjawab:

 

Chapter 1 | Tetaplah Bodoh itu pak kuncinya. Kunci bagaimana pak Bekti bisa lancar dan berkualitas berdialog dengan Khansa. Dari situ Khansa sepertinya makin semangat mempelajari segala hal. Dan dia menurut banget sama apa yang pak Bekti nasihatkan.”

 

Saya cuma tertegun. Lagi-lagi Chapter 1 | Tetaplah Bodoh yang disoroti …

Buku ini banyak nasihatnya. Tapi sangat tersamar dan tak nampak.

Seorang ustadz sekaligus guru seni lukis, beliau sahabat diskusi saya mengenai keislaman, namanya ustadz Gunung Sukaton di Bogor, mengatakan ke saya:

 

“Masyaa Allah, materi yang terkesan sulit di mata anak-anak menjadi lebih nyaman dan manusiawi disampaikan dengan cara ini. Ayat-Ayat Khansa ini sesungguhnya buku penuh nasihat kebaikan, tapi saya tidak menemukan nasihat seperti pada umumnya di buku ini. Yang ada hanya dialog-dialog Islami berbobot! Sangat bermanfaat pak!”

 

(Gunung Sukaton, Guru Seni Lukis – di Ciawi, Bogor)

 

Ada banyak pembaca yang mengatakan hal yang mirip dengan ustadz Gunung Sukaton. Mereka gagal menemukan nasihat dalam buku ini meski sebenarnya banyak banget nasihatnya. Nah, kisah-kisah tanpa nasihat inilah yang disukai anak dan orangtuanya. Serasa membaca novel 🙂

 

Kalau dari buku ini kemudian timbul semangat belajar anak bapak/ibu, anggap saja sebagai bonus karena bapak/ibu telah mempraktekkan isi buku ini. Simak video ilustrasi berikut:

Tak suka buku Parenting, tapi tak bisa berhenti membaca buku ini.

Komentar unik lainnya datang dari sahabat saya, Eko Hari Cahyono, seorang Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 di Kota Probolinggo – Jawa Timur

 

 “Biasanya saya malas baca selain buku-buku teknik. Tapi baca Ayat-Ayat Khansa kok asyik mengikuti alurnya. Bagaimana perbincangan santai tapi mengarah ke pembelajaran Matematika yang rumit jadi gampang. Efektif sekali. Perbincangan cerdas ini hanya bisa dilakukan oleh orang macam mas Bekti ini” (Eko Hari Cahyono, Kepsek SMK Muhammadiyah 2 – Probolinggo)

 

Tadinya saya ragu untuk meminta sahabat saya pak Eko ini untuk mereview Chapter 4 buku ini. Sebab saya tau beliau hanya suka baca buku-buku teknik terkait otomotif. Tapi saya sok yakin dan memberanikan diri memberikan Chapter 4 untuk beliau kritisi.

 

Tapi kalau beliau bisa berkata seperti itu, sebenarnya buku Ayat – Ayat Khansa ini membahas apa? Ya membahas mengenai parenting Islami. Tapi sangat beda dengan buku-buku parenting Islami lainnya yang pernah ada di Indonesia 🙂 

 

 

Suami Istri bergelar Doktor, penguji konten buku yang bikin jantungku serasa membeku!

tjahjo suprajogo dan adiyati tic perpustakaan nasional ri

Dokumentasi: Dr. Ir. Tjahjo Suprajogo, MSc dan ibu Dr. Ir. Adiyati Fathu R, M.Pd | TIC.or.id

 

Susah sekali menemui beliau berdua ini. Beliau ini suami istri, keduanya bergelar Doktor. Bahkan sang suami pernah menjadi salah satu calon Rektor Universitas Brawijaya, Malang.

 

Beliau berdua setiap bulan pulang ke Malang. Sehari-hari beraktifitas sebagai dosen di IPDN Tangerang. Kalau sang istri sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah, Jakarta. Jadi sulit bin susah menemui beliau berdua di sela-sela kesibukannya.

 

Tapi malam-malam saya dapet WA dari ibu Dr. Ir. Adiyati Fathu R, M.Pd. Isi WA-nya mengejutkan:

 

“Rumah adalah sekolah pertama dan orangtua adalah guru utama. Banyak momen emas berserak di sepanjang pengasuhan. Ayat-Ayat Khansa merupakan buku yang menggambarkan jalinan kedekatan dan kemelekatan, dua hal penting yang harus selalu diupayakan setiap orangtua”.

 

WA lanjutan beliau …  

 

“Berawal dari obrolan santai di ruang keluarga dapat menjadi momen emas membangun critical thinking–salah satu keterampilan dasar penting di era disrupsi informasi. Selamat untuk Keluarga Bekti Hermawan yang telah memberi ruang dan kesempatan untuk Khansa dan kakaknya membangun logika berfikir melalui hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar mereka. Selamat untuk Khansa dan Ganendra, kalian salah satu anak yang beruntung memiliki orangtua hebat”.

 

(Dr. Ir. Adiyati Fathu R, M.Pd. Kepala Biro Program Kegiatan Strategi Pengembangan Minat Baca PP-GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) | Dosen Prodi PAUD – Fakultas Ilmu Pendidikan – Univ. Muhammadiyah Jakarta | Kontributor Naskah dan Reviewer Buku-Buku Parenting di Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga  dan di Direktorat PAUD Kemendikbud | Manajer Smart Parents TIC (Titian Insan Cemerlang)

 

Saya tak membahas isi WA ibu Dr. Adiyati. Saya membalas dengan WA singkat:

 

“Komentar bapak bagaimana, bu?”

 

Tak menunggu lama, dalam 21 menit saya mendapat WA dari Dr. Ir. Tjahjo Suprajogo, MSc

 

“Tak diragukan lagi, Ayat-Ayat Khansa bicara tentang peran utama orangtua dalam pengasuhan. Penting memberi asosiasi bahwa Matematika itu logis dan memiliki nilai-nilai kehidupan. Terlebih pola pikirnya dilandasi ayat-ayat Al Qur’an, hal ini menjadi sangat bermakna bagi anak. Luar Biasa. Like father like daughter !”

 

(Dr. Ir. Tjahjo Suprajogo, MSc
Ketum Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca – Perpustakaan Nasional Jakarta, Dosen IPDN – Tangerang)

 

Deg ! Alhamdulillah. Jantungku kembali berdetak normal setelah beberapa hari menunggu review beliau-beliau ini  jantungku serasa tak bisa berdetak normal 🙂 

Setiap anak butuh bimbingan dan pendampingan. Bukan nasihat yang dijejalkan ke benak mereka!

parenting islami buku ayat ayat khansa

Gambar  1: Khansa Anandita dan Al Qur’an miliknya

 

Jika bapa/ibu meyakini kata-kata bijak ini:

 

SETIAP ANAK ADALAH CERDAS

 

Maka tidak seharusnya anak dijejali nasihat setiap saat. Mereka lebih membutuhkan ajakan, bimbingan dan pendampingan, karena pada dasarnya mereka itu cerdas

 

Khansa adalah satu contoh kecil bagaimana saya mengeksplor pola pikir Khansa dan beberapa kakak kelasnya dalam ikhtiar membuktikan bahwa anak akan berkembang imajinasinya jika mereka kita ajak, kita bimbing dan kita dampingi setiap saat memecahkan segala persoalan.

 

Tapi anak saya harus dinasihati, pak. Bagaimana dong?

 

Nasihat itu penting bagi setiap anak. Tapi nasihat yang menggurui, menyalahkan dan mendeskriditkan anak pada sebuah persoalan, percayalah, tidak akan efektif dan justru membuat anak semakin stress! Jadi ubahlah pendekatan & strateginya.

 

Jika anak bapak/ibu merasa tertekan dengan nasihat yang kita berikan, maka bapak/ibu lebih tertekan lagi. Karena merasa nasihatnya tak digubris oleh anak. Maka sering kali keluar kata-kata:

 

“Kamu anak bandel. Kamu anak nakal. Kamu tak menurut orangtua. Kamu harus dipondokkan” dan kata-kata lain yang mungkin lebih mengerikan bagi anak. 

 

Jadi, bagaimana kalau strategi menasihati anak ini kita ubah dengan pendekatan yang lebih Islami dan berwawasan. Ya, layaknya para Ilmuwan Muslim mempelajari Sunnatullah. Insyaa Allah anak akan lebih menyukai dan daya serapnya pada sebuah ilmu menjadi lebih tinggi 🙂

 

Tetaplah Bodoh! Nasihat andalan untuk remaja masa kini, remaja milenial!

Gambar 2: Penggunaan buku AYAT – AYAT KHANSA untuk pelajar remaja (SMP & SMA) pada saat acara Pesantren Liburan Khoiru Ummah Ke-12 di Malang

 

Karena AYAT – AYAT KHANSA ini buku parenting Islami kekinian, milenial. Maka materinya bisa juga dipelajari oleh para remaja Muslim.

 

Pada agenda Pesantren Liburan Khoiru Ummah Ke-12 yang lalu, 25 – 30 Desember 2020, saya uji cobakan buku ini kepada murid-murid usia remaja (SMP, SMA/SMK). Mereka saya minta membaca sesuai Chapter yang mereka pilih. Kemudian mereka analisa kisahnya, pelajarannya, serta hikmahnya. Di akhir sesi pembelajaran mereka berkata:

 

“Pak Bekti, apakah model belajar seperti buku ini ada bimbingannya?”

 

Saya tak bisa segera menjawab pertanyaan itu. Mungkin maksudnya mereka ingin bimbingan berkelanjutan mambahas semua Chapter yang ada. Tapi saya masih belum bisa menjanjikan apapun, karena situasi Pandemi Covid-19 ini benar-benar membuat saya tidak bisa banyak bergerak memberikan bimbingan seperti yang mereka mau.

 

Pesan yang saya sampaikan cuma 1 kepada mereka. Ingatlah konten Chapter 1 TETAPLAH BODOH, karena pola pikir itu membuat kalian makin cerdas dan bersemangat mengeksplorasi Al Qur’an. Lalu mereka menimpali lagi komentar saya:

 

“Justru itu, pak. Kami ingin diadakan bimbingan yang lebih lama agar kami TETAP BODOH!”

 

Nah, kalau sudah begini, saya yang kesulitan menjanjikan bimbingan berikutnya pada mereka 🙂 

Dipuji istri sendiri. Bikin klepek-klepek 🙂

Gambar 3: Khansa dan bundanya selepas belajar daring dari sekolah

 

Bapak/ibu boleh percaya, boleh tidak. Mendapatkan pujian dari istri sendiri secara obyektif itu sesuatu banget. Selain sulit dan mahal, pujian istri yang obyektif tentunya menjadi semangat untuk selalu berkarya terbaik untuk anak, istri dan keluarga.

 

Mendapat pujian dari teman atau saudara itu sudah hal biasa. Tapi pujian istri yang tak terduga seperti ini, menjadi hal yang luar biasa. Setidaknya itu yang saya alami. Sesaat setelah saya minta mereview semua Chapter yang ada, istri saya berkata:

 

“Tadinya saya kira buku ini penuh teori dan nasihat yang membosankan. Begitu saya baca, saya tak bisa menghentikan membacanya. Jalinan ayat Qur’an dan pengetahuan dalam Ayat-Ayat Khansa merubah buku ini dari buku parenting Islami konvensional menjadi seperti novel anak-anak dan remaja. Saya baru tau, ternyata ayah pintar membungkus kejadian nyata menjadi sebuah kisah yang gurih dicerna siapapun. Wow banget !” (Siti Nurhasanah, Guru Olimpiade Matematika di SD Muhammadiyah 8, Malang)

 

Saya penasaran. Saya tanya ke istri mengapa berkomentar seperti itu? Apakah karena dia guru Olimpiade Matematika? Jawabannya mengejutkan:

 

“Bukan, Yah. Tapi karena logika Chapter 1 itu yang memicu saya berkomentar seperti itu. TETAPLAH BODOH, akan saya ajarkan Chapter 1 ini di kelas Olimpiade Matematika saya nanti.”

 

Saya tak bisa berkata lebih lanjut. Hanya tersenyum dan membisu. Diam …

Coba bayangkan, seandainya anak menuruti semua nasihat kita, membahagiakan sekali bukan?

pelatihan matematika dasar sd model ayat ayat khansa

Gambar 4: Beberapa murid Kelas 2, 4, 5, 6 SDI Khoiru Ummah Malang, selepas pelatihan Matematika pendekatan model AYAT – AYAT KHANSA

 

Semua orangtua, tak terkecuali saya dan bapak/ibu semua, pasti menginginkan anak-anak kita menjadi anak penurut. Apa yang kita nasihatkan, semuanya diikuti dengan baik dan benar. Pasti bapak/ibu bahagia, bukan?

 

Bahagia itu menjadi sederhana saat anak bapak/ibu menuruti semua nasihat orangtua.

 

Apakah membuat anak menuruti semua nasihat orangtuanya itu pekerjaan mudah? Tentu tidak! Bapak/ibu pasti membutuhkan berbagai macam strategi komunikasi bersama anak di rumah.

 

Strategi komunikasi terbaik sepanjang masa adalah komunikasi bersama anak berlandaskan Al Qur’an. Ada landasan lain? Tentu tidak ada, karena di Al Qur’an sudah ada semua panduannya dan itu berlaku sepanjang jaman, sampai hari akhir.

 

“Tapi anak saya sulit menuruti apa yang saya nasihatkan, pak. Apa yang harus saya lakukan?” 

 

Pertama, jadikan anak sebagai subyek pendidikan. Bukan obyek pendidikan semata.

 

Kedua, berkomunikasi dengan anak tanpa menggurui meski anak bakal banyak sekali bertanya. Sabar dan tetap fokus mencari informasi jawaban pertanyaan anak. AYAT – AYAT KHANSA dapat membantu Anda melakukan komunikasi dan dialog yang bermutu serta Islami yang ilmiah, sesuai pengalaman yang sudah saya lakukan. Ringan dan tinggal contek saja.

 

Ketiga, upayakan setiap menjawab persoalan (problem solving) atau pertanyaan anak, Al Qur’an ada di samping kita. Jika hal ini sering dilakukan orangtua, suatu saat anak menjadi tau bahwa setiap ada masalah, mereka harus kembali kepada Al Qur’an untuk menemukan alternatif solusinya.

 

“Ribet pak. Saya bukan ustadz atau ustadzah!”

 

Lha? Memangnya tugas mengajarkan Al Qur’an wajib jadi tanggungjawab ustadz-ustadzah anak Anda? SALAH BESAR. Mengajarkan Al Qur’an itu TUGAS UTAMA ORANGTUA-nya. Bukan orang lain. Lebih bijak jika Anda jadikan ustadz-ustadzah anak sebagai mitra diskusi keislaman terkait anak Anda. Bukan menyerahkan sepenuhnya anak Anda kepada ustadz-ustadzahnya. Mereka juga memiliki anak seperti Anda.

 

 

Itu saja sebenarnya RAHASIA BAHAGIA BERSAMA ANAK, khususnya dalam pendidikan anak.

 

 

Buku AYAT – AYAT KHANSA (Menasihati Anak Tanpa Bernasihat) ini hanya salah satu contoh dalam tahap kehidupan anak-anak yang harus bapak/ibu selami, pahami dan aplikasikan.

 

 

Anggap saja membaca buku AYAT – AYAT KHANSA ini sebagai ikhtiar bapak/ibu dalam rangka lebih dekat bersama anak pada masa pandemi Covid-19 ini. Selebihnya, anggaplah sebagai ikhtiar untuk berbahagia bersama anak untuk menyiapkan masa depannya.

Ini buku biasa. Manfaatnya yang luar biasa menakjubkan!

ayat-ayat khansa

Gambar 5: Khansa dan Sertifikat dari IKMC (International Kangaroo Mathematics Contest) 2020, Predikat HONORABLE MENTION

 

Seorang sahabat lama di Palembang mengirimkan WA ke saya setelah membaca naskah buku ini. Terbagi dalam beberapa postingan. Isinya WA-nya, jujur membuat saya meneteskan air mata.

 

Postingan pertama:

 

“Dan aku yakin kalaulah anak-anak Indonesia menikmati penyajian matematika dengan cara seperti di Ayat-Ayat Khansa, kemungkinan mereka akan jauh lebih tergila-gila pada matematika dibandingkan aku”.

 

Postingan kedua:

 

“Dan buku Ayat-Ayat Khansa ini, jawaban atas do’aku selama ini. Matematika itu, sungguh tak sesulit yang kau bayangkan Ferguso, tentunya setelah kau memahami buku ini”.

 

Postingan ketiga:

 

“Kalau kau pikir penerapan matematika dalam ibadah sebatas jumlah raka’at sholat, serta cara menghitung waris dan zakat, siap-siaplah menemukan kejutan dalam buku ini Esmeralda. Allah cukup detail menyampaikan cara memahami matematika dengan lebih mudah, yang buka-bukaan disampaikan di buku ini”.

 

Postingan keempat:

 

“Barokallah Pak Bekti Hermawan, akhirnya menorehkan sesuatu yang Insya Allah tak akan terputus manfaatnya oleh kematian. Aamiin.”

 

(Wahyuni Harahap, S.Kep., Ns., S.Psi., M.A., M.P.H
Studied Magister Sains Psikologi minat Perkembangan di Universitas Gadjah Mada | Studied Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Gadjah Mada | Staf Analis Perencanaan, Evaluasi, & Pelaporan Dinas Kesehatan Banyuasin, Sumsel.)

 

Meski ibu Wahyuni ini menyinggung banyak Matematika dan Islam, tapi sesungguhnya Ayat – Ayat Khansa bukan buku Matematika. Bukan juga buku tentang Agama Islam. AYAT – AYAT KHANSA adalah buku Modern Islamic Parenting dan Kekinian yang membuat anak merasa tak sedang dinasihati orangtuanya saat menghadapi sebuah masalah.

 

Tak ada lagi yang harus saya uraikan untuk menjelaskan buku AYAT – AYAT KHANSA ini.

Kecuali 1 hal: Buku ini istimewa untuk bapak/ibu sekeluarga.

 

Terimakasih | Bekti Hermawan | Penulis Ayat – Ayat Khansa

 

Pengunjung Juga Mencari: